Sabtu, 09 September 2017

Kerajinan Tangan Asal Papua Yang Dapat Dijadikan Koleksi Sebagai Ornamen Dekorasi Rumah





     Beberapa jenis kerajinan tangan dari papua yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang di dalam dan luar negeri, Pada gambar dibawah ini merupakan miniatur yang sering digunakan sebagai ornamen atau hiasan pada dinding, lemari, meja kerja dll. Ada sebagian juga yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari, misalnya noken/tas-samping kas papua, kalau koteka umum-nya digunakan masyarakt papua di bagian dataran tinggi papua (wamena, dan sekitarnya). 
      Barang-barang ini bisa didapatkan di  papua secara langsung, kalau soal harga setiap barang berikut berkisar Rp.150.000 - 700.000. mungkin bagi sebagian orang harga ini agak mahal, tetapi dijamin setiap konsumen akan puas dengan hasil kerajinan dari papua ini. Mengapa saya mengatakan "Konsumen akan puas", alasan-nya sederhana; Setiap barang yang dihasilkan merupakan bahan natural yang langsung di ambil dari alam, dan teknik pembuatannya yang rumit dan dikerjakan dengan detail, misalnya Noken/Tas samping kas papua setiap rajutannya di kerjakan langsung dengan menggunakan tangan tanpa bantuan alat moderen, dengan menggunakan jarum hanya berupa kayu kusus yang sudah dibuat sebelumnya, benangnya terbuat dari akar ataupun batang genemo(jenis tumbuhan di daerah penghasil noken), ada juga dengan bahan batang bunga angrek, dan mengenai lama ataupun waktu pembuatan satu noken ukuran kecil membutuhkan waktu 2-minggu, beda lagi waktunya bila noken ukuran besar waktu yang dibutuhkan 2 bulan. Dari fakta dan alasan diatas apakah anda masih ragu untuk memilik beberapa jenis kerajinan ini???
Koteka dan Noken 


Lukisan Diatas Kanvas Kulit Kayu

Perhiasan Dari Manik-Manik

Noken Ukuran Besar

Kerajinan Tangan Lombok

Wisata ke Pulau Lombok akan semakin lengkap jika traveler juga mengunjungi spot-spot wisata dengan produk-produk kerajinan tangan khas.
Di mana saja dan jenis kerajinan tangan apa?
Simak Yuk!


1. Sentra Kerajinan Olahan Bambu di desa Loyok

Kerajinan Tangan Khas Bambu

Dekat dari beberapa desa wisata lain seperti Tete Batu, Pringgasela dan Masbagik, desa Loyok eksis sebagai desa sentra kerajinan tangan khas olahan bambu. Hampir seperempat abad terakhir, desa ini makin mudah diakses dengan ruas jalan menuju desa yang terletak persis di ruas jalan utama dari pelabuhan Lembar di ujung barat Lombok, menuju pelabuhan Kayangan di ujung timur.
Berkendara sekitar 1 jam dari pusat kota Mataram atau sekitar 45 menit dari Bandara Internasional Lombok (BIL) di Praya Lombok Tengah. Desa yang juga masih kaya dengan lahan persawahan nan hijau, benar-benar menjanjikan perjalanan memasuki desa nyaman dengan suasana sejuk dan hijaunya tanaman-tanaman di petak sawah kiri dan kanan jalan. Jejeran Art shop akan segera kita jumpai di pusat desa. traveler bebas memilih mau masuk ke art shop yang mana, atau memuaskan hati dengan koleksi kerajinan tangan khas dengan kunjungi semua art shop yang ada.
Range harga kerajinan tangan khas desa Loyok mulai dari ribuan rupiah untuk berbagai macam jenis key chain (gantungan kunci) sampai ratusan ribu untuk olahan kerajinan tangan khas bermotif rumit atau berukuran besar.

2. Sentra Kerajinan Lontar di Suradadi

Usai puas kelilingi desa Loyok, Lanjut perjalanan ke sentra kerajinan tangan khas olahan lontar di desa Suradadi. Berkendara sekitar 30 menit ke arah barat, dus relatif lebih dekat dari arah Mataram atau Bandara Internasional Lombok di Praya.

             Kerajinan Tangan Khas Tebolak dari Lontar
 Kerajinan Tangan Khas Tebolak dari Lontar

             Kerajinan Tangan Khas Cecopok dari Lontar
 Kerajinan Tangan Khas Cecopok dari Lontar

 Cecopok (kotak), tebolak (tudung saji), dua nama kerajinan khas olahan daun lontar. Warna-warna cerah dari tebolak seringkali menjadi pemandangan khas di pesta-pesta tradisional di desa-desa di Lombok yang masih memilih menyelenggarakan acara dengan cara lama. Bukan sediakan makanan di meja prasmanan seperti pesta-pesta kekinian. 

3. Sentra Kerajinan Patung Kayu di Senanti

Dusun Senanti merupakan satu dari beberapa dusun lain di desa Sukaraja kecamatan Jerowaru Lotim. traveler yang menyukai kuliner Lombok, umumnya lebih mengingat kuliner Sukaraja Ampenan. Nah, sekarang, ada Sukaraja juga namun eksis sebagai sentra kerajinan patung kayu.

         Kerajinan Tangan Khas Lombok Timur

Kerajinan Tangan Khas Patung Kayu Senanti Lombok Timur.Menggunakan jenis kayu Lian, Mahoni, Bajur dan Jati, kreasi kerajinan tradisional dusun Senanti menjadi satu varian kerajinan patung di Lombok. Bentuk-bentuk gecko, berugaq, serta berbagai bentuk patung lainnya. Tak sebatas di Senanti, hasil kerajinan patung juga kerap menjadi pelengkap di sentra toko oleh-oleh lainnya, terutama di spot-spot wisata mainstream di Lombok.

Kerajinan Tangan Khas

Tiga destinasi di atas bisa dikelilingi dalam satu hari trip. Ruas-ruas jalan sudah semakin terbuka dan memungkinkan traveler bisa peroleh tiga skill baru, pengetahuan dasar menganyam bambu dan lontar, serta pekerjaan ringan di proses membuat satu patung kayu di Senanti.
Trip wisata telusuri kerajinan tradisional di tiga desa wisata berbeda ini paling pas untuk rombongan traveler yang membawa keluarga. Alam-alam desa yang sejuk dengan pemandangan sawah serta rimbunan pepohonan di kejauhan, juga bisa kunjungi spot-spot hutan bambu di desa Loyok. Trip wisata penambah pengetahuan berkesenian khas ala Lombok.

Macam-Macam Kerajinan di Yogyakarta

   Yogyakarta sebagai pusat budaya menghasilkan berbagai macam hasil seni dan budaya yang sangat indah serta bernilai seni tinggi disamping itu juga memiliki nilai jual yang tinggi pula. Berbagai macam kerajinan bisa ditemui di daerah istimewa antara lain: batik, gerabah, kerajinan perak, kerajinan kulit, dan kerajinan tangan lainnya. Kesemuanya merupakan benda-benda yang bisa ditemui dan dibeli di Yogyakarta. Berikut macam-macam kerajinan yang ada di Yogyakarta:


1. Batik

Siapa yang tidak kenal dengan batik, kerajinan yang merupakan hasil seni dan budaya khas Indonesia ini terkenal seantero dunia. Cara pembuatan batik ada tiga yaitu batik tulis, batik cap, dan batik lukis. Sedangkan berdasarkan motifnya terdapat banyak corak antara lain Batik Kraton, Batik Sida Mukti, Batik Cuwiri, Batik Tambal, dan lainnya. Berdasarkan asalnya ada beberapa daerah yang terkenal ebagai produsen bakti seperti Pekalongan, Solo dan Yogyakarta. Di Yogyakarta terdapat sebuah  desa yang khusus memproduksi batik yaitu Desa Giriloyo. Desa ini di warganya mayoritas pembuat batik tulis. Dengan coraknya yang unik membuat batik dari Desa Giriloyo menjadi terkenal dan diburu oleh para pecinta batik tulis.

2.  Gerabah 

Selain batik, di sebuah desa yang bernama Kasongan terdapat sentra pembuatan kerajinan gerabah. Desa ini telah memproduksi gerabah dari masa penjajahan Belanda hingga saat ini. Benda-benda yang diprosuksi juga beraneka macam dari yang sederhana hingga yang rumit. Berbagai macam gerabah bisa ditemui di kawasan ini seperti asbak, vas bunga dengan berbagai ukuran, guci dengan berbagai motif, lampu hias, perabotan meja dan kursi, hiasan dinding, dan lainnya. Saat ini kawasan ini juga memproduksi kerajinan yang terbuat dari kayu dan bambu. Barang yang dihasilkan antara lain perabotan meja dan kursi, figura, souvenir, topeng-topeng, dan masih banyak lainnya. Barang-barang kerajinan tersebut pun telah diakui dunia dan diekpor ke Eropa dan Amerika.

3.  Perak 



Kerajinan yang menjadi daya tarik utama di Yogyakarta adalah kerajinan perak. Kotagede yang menjadi pusat kerajinan perak ini bahkan menjapat jukukan kota perak karena banyak pengerajin perak yang ada di kawasan ini. Di tempat ini mudah dicari bengkel-bengkel pengerajin perak. Toko-toko yang menjual perak pun bertebaran di tempat ini mulai dari skala kecil hingga skala besar. Berbagai macam bentuk kerajinan perak terdapat di tempat ini dari yang sederhana hingga kerajinan yang rumit dan memiliki estetika yang tinggi. Berbagai macam kerajinan di tampilkan mulai dari perhiasan seperti cincin, kalung, gelang hingga bros. Untuk harganya tentu saja tergantung dengan berat dan kadar perak serta kerumitan designnya.
Demikan penjelasan mengenai kerajinan yang dihasilkan di Yogyakarta. Masih banyak kerajinan-kerajinan lainnya yang dihasilkan di kawasan ini yang tidak kalah indah dan menarik yang akan kami bahas dilain kesempatan.

7 Kerajinan Bali yang Paling Banyak Dikoleksi


Bali adalah sebuah pulau yang berada pada bagian tengah Indonesia. Bali memiliki budaya yang cukup kuat baik dari cara berkehidupan dan segala apapun yang dipakainya.
Para pelancong dari luar negeri mayoritas memilih Bali sebagai destinasi wajib travelingnya. Banyak hal yang dapat dinikmati di Bali. Salah satu orang paling berpengaruh di negeri kanguru pernah berkata, bahwa “jangan mati sebelum pergi ke bali.”. Ini adalah sebuah pernyataan yang menjadi penyebab kenapa banyak turis Australia di pulau dewata.Ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat yang mayoritas beragama Hindu.Nah, kebanyakan dari mereka, selalu membawa oleh-oleh jika baru saja menginjakkan kakinya dari Bali.
Salah satunya adalah banyaknya kerajinan Bali yang banyak dipamerkan. Telah dirangkum 7 kerajinan yang menjadi khas Budaya Bali.
Simak yuk!

1. Bali Memiliki Batik Sendiri

Kerajinan Bali

Motif batik Bali memiliki khas lambang-lambang khas daerah seperti burung bangau, naga, atau fauna juga flora yang hidup di tanah Bali.
Selain itu, motif batik Bali juga bisa seperti dewa-dewa atau yang berhubungan dengan keseharian para orang Bali.
Batik Bali memiliki warna yang mencolok dan beragam.

2. Seni Ukir Banyak Dijumpai

Kerajinan Bali

Patung merupakan seni ukir dan banyak sekali dijumpai di Bali. Biasanya pelancong membawa beberapa jenis patung sebagai oleh-oleh.
Biasanya patung menggambarkan kegiatan sehari-hari seperti sedang bersembahyang, membawa sesajen atau buah yang sangat tinggi di kepala.
Yang paling sering dijumpai adalah patung penari bali dengan mata melirik ke kanan atau ke kiri.
Detail hingga atribut yang digunakan penari.

3. Topeng

Kerajinan Bali

Dibuat dari bahan kayu dari pohon kenanga dan pule. Ada beberapa karakteristik topeng yang biasa dibuat di Bali.
Ada katakter sosok keras petarung, tua sesepuh, karakter biasa, dan karakter bangsawan yang berarti rakyat yang memiliki harta lebih.
Topeng biasanya juga dipakai untuk properti tari Bali. Dilengkapi dengan busana, karakter pada topeng bali biasa ditampilkan untuk menyambut para pelancong.

4. Tas Kain dan Rotan

Kerajinan Bali

Biasanya para pelancong yang hendak kembali ke kotanya, membeli pernak-pernik seperti tas.
Khas Bali adalah tas biasanya dibuat dari bahan kain bercorak batik Bali.
Jenis lain yaitu tas yang terbuat dari rotan yang wangi atau batok kelapa.
Mengingat Bali adalah pulau yang dikelilingi pantai, pasti sangat banyak pohon kelapa.

5. Surganya Aksesoris dan Mainan

Kerajinan Bali

Bahan-bahan alami seperti kayu dan batok kelapa juga diukir lebih kecil menjadi aksesoris atau mainan hiasan.
Banyak sekali pengrajin ukir kayu yang membuat aksesoris bertuliskan BALI.
Tentu ini adalah benda yang cocok sekali sebagai oleh-oleh untuk kawan saat pulang dari Bali.

6. Beragam Bentuk Sandal Jepit

Kerajinan Bali

Jalan-jalan di pantai Bali paling enak kalau pakai alas kaki yang terbuka seperti sandal. Di Bali akan banyak sekali bentuk sandal jepit yang cantik dan khas.
Bali selalu menggunakan mainan seperti bunga kenanga di tengah sandal jepit.
Terkadang juga menggunakan manik-manik kecil dironce di tali sandal.
Warnanya juga pasti beragam dan mencolok. Sangat nyaman dan cantik jika digunakan jalan-jalan di pantai.

7. Pakaian Bertuliskan BALI

Kerajinan Bali

Sudah menjadi ciri khas, tulisan BALI campur motif pantai yang warna warni di bagian dada atau punggung adalah hasil produksi Bali.Bahannya yang tipis menyerap keringat serta warna yang polos atau bahkan sembur warna-warni juga menjadi ciri khasnya.Ada pula kain lebar yang bisa digunakan untuk sewek. Dan tidak lupa atribut Bali yang diikatkan ke kepala bernama Udeng.
Udeng biasa digunakan oleh laki-laki.

Itulah 7 kerjaninan Bali yang memiliki khas masing-masing. Jika berkesempatan mengunjungi Bali, jangan lupa untuk memilikinya. Selain menjadi oleh-oleh, sebetulnya kita telah berperan untuk memajukan pariwisata Indonesia dengan menyejahterakan para pelaku wisata.
So, sambil plesiran, kita juga telah berbuat sosial, yang menyenangkan.
Asyik sekali, bukan!
Jadi, jangan lupa untuk selalu bawa oleh-oleh khas bali ya!

Bali Beragam Tradisi dan Budaya

Bali Harus Menggali Beragam Tradisi dan Budaya

Destinasi wisata nomor satu di dunia telah disematkan kepada Bali. Namun, predikat ini jangan lantas membuat Pulau Dewata jumawa. Sebaliknya, Bali harus terus menggali beragam tradisi dan budaya untuk memikat lebih banyak wisatawan. Saya kira semua juga sudah tahu, Bali itu sebagai satu destinasi wisata apalagi Bali sudah dinobatkan sebagai destinasi wisata nomor satu.

Destinasi wisata nomor satu di dunia telah disematkan kepada Bali. Namun, predikat ini jangan lantas membuat Pulau Dewata jumawa. Sebaliknya, Bali harus terus menggali beragam tradisi dan budaya untuk memikat lebih banyak wisatawan.
“Saya kira semua juga sudah tahu, Bali itu sebagai satu destinasi wisata apalagi Bali sudah dinobatkan sebagai destinasi wisata nomor satu. Ada satu hal yang mungkin dilihat, yakni vibrasi Bali ini terhadap para pelancong,” ujar Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, di Denpasar, Senin (3/7).

Bali Harus Menggali Beragam Tradisi dan Budaya _dewa mahendra
            Dewa Gede Mahendra Putra

Mahendra melihat, para pelancong mendapatkan ketenangan saat berada di Bali. Di samping, Bali juga memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh destinasi lainnya. Tak salah, bila kemudian pulau ini belakangan menjadi pilihan berlibur tokoh-tokoh dunia.
Mulai dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama, serta Perdana Menteri Malaysia Y.M. Dato’ Sri Haji Mohd Najib Tun Abdul Razak. Obama misalnya, ternyata lebih tertarik pada vibrasi alam dan budaya Bali. Terlihat dari destinasi-destinasi yang dikunjunginya selama berada di Bali.
Mulai dari Museum Arma untuk menggugah rasa dalam dirinya, kemudian ke Pura Dalem Peliatan, melakukan yoga, melihat Jatiluwih, bermain air dengan rafting, serta mengunjungi Gunung Kawi dan Tirta Empul.
“Pariwisata budaya inilah kekuatan kita. Bagaimana sekarang kita mempertahankan pariwisata budaya ini. Dalam membangun pariwisata itu tidak hanya dari pemerintah tetapi semua stakeholder termasuk masyarakat dan pelaku-pelaku pariwisata. Selain membangun, kita juga harus membangunkan pariwisata,” jelas mantan Penjabat Bupati Bangli ini.
Membangunkan pariwisata, lanjut Mahendra, tidak lain dengan menggali dan membangkitkan beragam tradisi dan budaya di Bali. Utamanya, tradisi-tradisi yang unik namun selama ini belum banyak dijadikan daya tarik pariwisata. Masyarakat Bali tidak boleh hanya bangga, tapi juga turut mempertahankan dan meningkatkan kualitas pariwisata.

5 Surga Lain di Tanah Papua Selain Raja Ampat

Papua merupakan bagian paling timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Papua memiliki segudang keindahan alam yang rasanya tak kalah dengan destinasi wisata terkenal lain di Indonesia. Bahkan, mungkin dapat bersaing dengan obyek wisata di luar negeri. Memang dari kesemuanya, Raja Ampat lebih terkenal dibanding lainnya karena selain memiliki keindahan mirip di Maladewa atau Maldives, Raja Ampat lebih sering diekspos media daripada tempat wisata lainnya. Berikut ini adalah destinasi wisata alam selain Raja Ampat yang ada di ujung Indonesia ini.

1. Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Taman Nasional Teluk Cendrawasih adalah sebuah tempat wisata yang memiliki luas sekitar 1,453,500 hektar dan mayoritas daerahnya dikelilingi perairan yang sangat jernih. Selain indah dan dapat digunakan sebagai tempat untuk melakukan snorkeling, Taman Nasional Teluk Cendrawasih juga menjadi kawasan konservasi laut terbesar dan terluas di Indonesia.
Terdapat 196 jenis moluska dan lebih dari 209 jenis ikan yang mendiami daerah ini. Bahkan jika Anda beruntung, maka dapat menjumpai penyu, kura-kura laut sampai dengan lumba-lumba, berenang-renang di sekitar tempat tersebut.

Teluk Cendrawasih [image source]
Taman Nasional Teluk Cendrawasih secara administratif berada di 2 kabupaten, yaitu Wondama dan Nabire. Di sekitarnya juga terdapat beberapa pulau yang tak kalah elok dan patut untuk dikunjungi, seperti Pulau Yoop, Pulau Mioswaar, Pulau Numfor, Pulau Nusrowi dan banyak lagi lainnya. Untuk menuju ke tempat ini, Anda dapat melalui jalur dari Manokwari dengan jarak sekitar 95 kilometer atau dari Nabire (Ibukota Kabupaten Paniai) dengan jarak 38 kilometer. Untuk memasukinya, pengunjung tidak dikenakan biaya namun harus melaporkan diri terlebih dahulu ke Balai Taman nasional Teluk Cendrawasih (BTNTC) yang terletak di Kota Manokwari.

2. Pantai Amai

Jika Anda termasuk orang yang tidak menyukai keramaian ketika berada di pesisir, maka Pantai Amai adalah jawaban yang tepat untuk Anda kunjungi. Pantai ini memang tidak banyak dikunjungi wisatawan dan membuatnya sangat hening dan tenang.

Pantai Amai [image source]
Di Pantai Amai, Anda akan menemukan pertemuan dua jenis air, yaitu tawar dan asing yang berasal dari muara sungai. Selain itu, kegiatan lain yang dapat Anda lakukan di Pantai Amai seperti bermain bola voli pantai, snorkeling, sampai dengan menyelam untuk menikmati keindahan pesona bawah laut. Terdapat pula gazebo yang disewakan dengan harga sekitar Rp 50 ribu. Jika tidak ingin terburu-buru pulang, Anda dapat menyewa penginapan yang sudah disediakan pengelola di situ.

3. Pulau Wayag

Terletak bersebelahan dengan Kepulauan Raja Ampat, Pulau Wayag juga merupakan surga bagi para snorkeler. Terletak di Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Pulau Wayag menyuguhkan keindahan pesona bawah laut yang tak kalah keren dibandingkan Raja Ampat. Banyak kawanan ikan berenang di sekitarnya, terumbu karang yang besar dan terjaga keasliannya, sampai dengan beberapa biota laut lain yang membuat Anda serasa berada di dunia lain ketika melakukan snorkeling di tempat ini.

Raja Ampat, Papua [image source]
Hanya saja, untuk mengunjungi Pulau Wayag, dibutuhkan waktu berjam-jam dengan perjalanan yang cukup lama karena memang tempat tersebut berada di bagian paling ujung dari Papua. Sesampainya di Pulau Wayag, maka Anda akan mendapati hamparan laut dengan warna biru muda berpadu dengan biru tua, pepohonan, pulau kapur, sampai dengan pulau karang. Dan ketika Anda mendaki di atasnya, Anda akan melihat indahnya alam Indonesia di ujung timur ini. Sayangnya, tidak ada penginapan atau sejenisnya di Pulau Wayag. Dan jika Anda ingin menginap di tempat ini, maka Anda harus mempersiapkan peralatan berkemah. Untuk memasuki destinasi wisata yang masuk dalam wilayah konservasi alam Raja Ampat ini, maka Anda harus membayar biaya sekitar Rp 250 ribu dan wajib mendapatkan sebuah pin khusus yang dapat diperoleh di Hotel JE Meridien di seberang Bandara Dominik Eduard Osok, Sorong.

4. Pulau Mansinam

Terletak di kawasan Teluk Doreri sebelah selatan Kota Manokwari, Pulau Mansinam merupakan tempat wisata menarik sekaligus sebagai obyek pembelajaran sejarah masa lalu. Karena ada beberapa peninggalan zaman lampau yang ada di tempat tersebut. Dengan pantai jernih dan hamparan pasir putih yang luas, Anda dapat bermain di pesisir atau berenang-renang di pinggiran pantai dengan keluarga atau rekan. Di tempat ini terdapat Gua Kelelawar yang tentu saja berisikan banyak sekali hewan malam tersebut bergelantungan di langit-langit gua pada waktu siang.

Pantai Mansinan [image source]
Selain Gua Kelelawar, ketika Anda menyelam ke dasar laut, maka akan menemukan beberapa bangkai kapal yang karam atau juga melihat-lihat peninggalan berupa bangunan zaman dahulu, seperti situs gereja, perumahan, sumur tua sampai dengan Makam Zendeling. Untuk menuju ke tempat tersebut, Anda dapat memulai perjalanan dari Manokwari yang disambung menggunakan Long Boat dengan jarak tempuh sekitar 10-15 menit.

5.Teluk Triton

Teluk Triton adalah salah satu dari sekian banyak destinasi pantai di alam Papua Barat dengan segudang keindahan di dalamnya. Terletak di Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Teluk Triton terkenal dengan surga bawah laut dan juga gambar-gambar kuno zaman prasejarah.
Jika Anda beruntung, ketika air laut tenang, maka Anda akan dapat menyaksikan keberadaan paus Bryde dengan mata telanjang. Selain itu, keindahan bawah lautnya juga sangat sayang untuk dilewatkan. Anda dapat melakukan snorkeling atau juga menyelam ke bawah laut guna melihat keindahan surga Papua Barat sesungguhnya.

Teluk Triton [image source]
Tidak hanya itu, bentangan tebing karang di sekitar Teluk Triton juga menyimpan cerita panjang peradaban manusia berupa lukisan-lukisan zaman prasejarah seperti yang biasa didapati di kebanyakan tebing-tebing di Amerika Latin. Untuk menuju tempat ini cukup susah, karena harus menunggu penerbangan atau kapal yang memiliki jadwal khusus dari Kaimana menuju Teluk Triton. Setelah sampai di Teluk Etna, Anda dapat menyewa longboat atau speedboat untuk menuju tempat tersebut, dengan jarak tempuh sekitar setengah jam.

Kebudayaan di Papua Harus Dijaga

Budaya Papua ternyata terdapat beberapa tarian tradisional Papua yang cukup terkenal, beberapa diantaranya sempat ditayangkan di acara Televisi nasional pada tahun 90-an. Dan mungkin saja, diantara kamu masih inget dengan lagu-lagunya.

Tarian Tradisional Papua :

1. Tari Musyoh

  tari-musyoh

Tari Musyoh merupakan salah satu tarian sakral asal Papua, dan tarian ini diadakan jika ada sanak saudara ataupun warga yang mengalami kecelakaan maut dan diperkirakan arwahnya tidak tenang.
Jika kita lihat dari unsur gerakannya, tarian ini mencerminkan masyarakat Papua yang lincah dan energik.
Dan biasanya penarinya terdiri dari sekelompok penari pria.
Menurut budayanya, tarian ini dapat bermanfaat untuk mengusir arwah yang gentayangan.
Kostum yang digunakan adalah pakaian adat Papua yang terdiri dari Koteka, Rok rumbai, dan peralatan perang seperti tameng dan tombak.
Sedangkan alat musik yang digunakan adalah tifa.

2. Tari Sajojo

tari-sajojo

Tari Sajojo dibuat untuk mencerminkan budaya warga Papua yang senang bergaul.
Tarian ini dapat ditarikan dengan jumlah penari yang sangat banyak, tidak terpatok dengan jenis kelamin dan dapat ditarikan oleh anak muda ataupun tua.
Konon, tarian ini sudah ada semenjak tahun 1990-an. Karena gerakannya ceria, tarian ini menjadi terkenal dengan pesat dikalangan penduduk Papua, bahkan saat zamannya tarian ini sering dipertontokan di acara TV nasional.
Mengapa dinamakan Sajojo?
Karena musik yang digunakan untuk mengisi tarian ini adalah lagu Sajojo. Seperti poco-poco, selalu itu-itu saja yang dilantunkan.
Sejarah singkatnya, tarian ini menceritakan seorang bunga desa yang banyak diidolakan dikampungnya. Karenanya, tarian ini masih dilestarikan hingga sekarang dan menjadi tarian yang dicari wisatawan asing.
Kostum yang digunakan adalah kostum adat Papua.

3. Tari Yospan

tari-yospan

Tari Yospan adalah salah satu tarian tradisional asal Papua yang satu kategori dengan Tari Sajojo, dimana tarian ini menandakan pergaulan masyarakat Papua.
Hal ini terlihat dengan gerakannya yang sangat energik.
Tarian ini cukup terkenal lho, dan biasa digunakan bila ada acara-acara besar seperti upacara adat, acara seni budaya, dan upacara penyambutan.
Sejarah singkatnya, Tari Yospan adalah hasil dari penggabungan Tari Pancar dan Tari Yosim. Gerakannya seperti loncat-loncat, jalan-jalan, memutar dan sebagainya terinspirasi dari pertunjukan akrobat pesawat saat zaman penjajahan Belanda.
Sekarang, tarian ini telah mengalami berbagai perubahan agar lebih kaya dan bervariatif.
Untuk tarian ini, tidak terpatok pada jumlah penari, namun biasanya ditarikan secara masal dan beramai-ramai. Musik yang digunakan adalah musik tradisional Papua.

4. Tari Selamat Datang

tari-selamat-datang

Tarian ini dinamakan tari selamat datang karena digunakan untuk menyambut kedatangan tamu besar atau tamu kehormatan di Papua.
Penarinya tidak diutamakan harus laki-laki, terkadang ada juga perempuan.
Tarian ini menjadi salah satu tarian kebanggaan daerah sana. karena memiliki gerakan yang enerjik yang mengandung niliai-nilai estetika didalamnya.
Tidak ada sejarah singkatnya, namun konon tarian ini sudah lama digunakan oleh masyarakat Papua.
Kostum yang digunakan adalah kostum adat Papua, dilengkapi beberapa atribut masyarakat sana seperti senjata. Alat musik yang digunakan adalah tifa.

5. Tari Perang

tari-perang-papua

Tari perang merupakan salah satu tarian tradisional Papua. Dimana tarian ini memiliki makna jiwa kepahlawanan masyarakat Papua.
Karena tarian ini menunjukan jiwa seseorang yang gagah perkasa. Maka biasanya ditarikan oleh laki-laki dengan pakaian adat tradisional beserta perlengkapan perang.
Sejarah singkatnya, diambil dari kisah zaman dulu yang sering terjadi peperangan antar suku Sentani dan suku-suku lainnya.
Kemudian para leluhur membuat tarian ini dengan tujuan memberikan semangat para pasukan Papua. Dan seiring zaman, peperanganpun sudah ditiadakan, namun tarian ini masih tetap dibudidayakan.
Sekarang, tarian ini hanya simbolik untuk menghargai para leluhur saja yang telah mati-matian melindungi daerah Papua.
Biasanya tarian ini ditarikan oleh 7 orang ataupun lebih. Musik yang digunakan dalam tarian ini adalah kerang, tifa dan gendang. Tariannya pun cukup energik dan menampilkan beberapa gerakan perang, antara lain memanah, loncat, mengintip musuh, dan lain-lain.

6. Tari Suanggi

tari-suanggi

Tari Suanggi salah satu tarian dari Papua tepatnya di Papua Barat, sejarah singkatnya tarian ini menceritakan tentang suami yang ditinggal mati oleh istrinya.
Konon tarian tradisional yang satu ini sangat bernuansa magis karena seperti ritual.
Terlihat dari namanya ‘Suanggi’ yang mengandung arti roh jahat, konon roh tersebut memiliki janji yang belum ditebus semasa ia hidup, dan ketika mati ia akan menjadi roh penasaran.
Roh tersebut akan memasuki jiwa perempuan yang masih hidup dan mencelakakan orang lain.
Tidak banyak orang yang mengetahui asal usul tarian tersebut, hal ini terlihat dari info yang sangat sedikit didapat mengenai tarian ini.
Bila kamu melihat gerakan tariannya, seperti seorang dukun yang akan menyembuhkan penyakit pasiennya.